Wednesday, 8 August 2012

Ramadhan Osem =)






Sebuah istana. Memang cantik. Tersergam indah. Mahligai istana sangat-sangat diimpikan oleh semua kerana kecantikannya. Tapi, kalau keadaan dalam istana itu kucar-kacir, hilanglah kekaguman kita pada keindahan istana yang diceritakan awal tadi bukan?  Macam tu la jugak dengan bulan Ramadhan :) Kedatangannya dinanti oleh seluruh umat Islam, malah rahmat Allah itu adalah buat sekalian alam. Allah menghadiahkan bulan penuh barakah untuk kita semua. Penghulu bagi segala bulan. Ramadhan, bulan yang tak terperi indahnya. Tapi, andai kita menghuru-harakan bulan ini dengan amalan-amalan yang tidak sepatutnya, maka hilanglah segala kenikmatan. Kecantikan dikaburi oleh tompok-tompok kulat yang mencacatkan pemandangan.




"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa," (Al-Baqarah : 183)



Puasa melahirkan taqwa dalam hati kita. Bagaimana? Apabila puasa kita puasa yang berkualiti. Puasa yang bukan sekadar menahan lapar dan dahaga semata-mata. Bukan yang faedahnya tampak secara zahir sahaja. Puasa berkualiti dan yang diharapkan oleh Allah perlu lebih dari itu, menjaga setiap anggota tubuh badan dari melakukan maksiat dan perkara sia-sia dan paling penting sekali, menjaga hati kita.

Allah sangat kasih dan cinta akan kita, sehinggakan Allah menghadiahi kita, sebuah bulan khas, iaitu bulan Ramadhan. Ramadhan ialah bulan yang mana menjadi bulan mendidik dan melatih. Melatih hati kita untuk mengawal segala tindakan yang dilakukan oleh anggota tubuh badan kita yang zahir. Dengan itu, lahirlah taqwa. Perkara spiritual yang didapati daripada perkara fizikal.

Tarik nafas dalam-dalam, dan hembus ia perlahan-lahan. Renung sejenak. 

Cuba kita muhasabah diri kita, sebanyak mana kita sudah melalui Ramadhan yang betul-betul mentarbiyah diri dan hati-hati kita? Yang mampu menghadapi 11 bulan yang seterusnya dengan baik? Sebanyak mana amalan-amalan kita di bulan Ramadhan dapat dikonsistenkan selepas tempoh itu? Bagi yang sudah merasai kenikamatan Ramadhan yang betul-betul memberi kesan dan perubahan kepada diri, Alhamdulillah :) Semoga terus-terusan mujahadah dan istiqomah. Bagi yang belum, jangan bersedih hati. Masih ada peluang buat diri kita. Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Tambahan lagi, kita sudah memasuki fasa terakhir bulan Ramadhan yang kemungkinan besarnya mengandungi malam lailatul qadar.




"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam qadar." [1]
"Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?" [2]
"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." [3]
"Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan." [4]
"Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar." [5]




Subhanallah! Betapa besarnya nikmat Allah. Sudahlah bulan Ramadhan itu sudah tersedia penuh dengan kerahmatan, ditambah pula dengan malam lailatul qadar yang lebih baik dari seribu bulan.

Jadi, atas alasan apa lagi kita tak mahu berubah dan mengejar kenikmatan ini?
Jom pulun ibadah sepanjang 10 malam terakhir ini! Moga Allah redha. InsyaAllah.

-Biar diri kita juga jadi osem sepertimana Ramadhan yang osem ini-

Thursday, 19 July 2012

It's A Lovely Month



It's Ramadhan. 
This is my first Ramadhan in Jordan. Apart from my beloved family.
But, I'm really excited this year. Celebrating Ramadhan is like celebrating Aidilfitri.
Full of enjoyment. It's exciting.

I can't elaborate more about my feeling as I am speechless. 
Unbelievable. I am in a blessing month.
Hopefully, I am fully prepared and my heart is ready to go through this month of barakah.

Usually, we do forgive others and seek for forgiveness from others when it comes to Aidilfitri.
But then I realize that in the month of Ramadhan is a time for forgiveness.
In the Qur'an, it specifically states that Allah will forgive those that forgive others. 
Also, Allah has mercy on those that show mercy upon others.

Narrated ‘Ubaadah that the Messenger of Allah said, “Whoever seeks forgiveness for the believing men and believing women, Allah will write for him a good deed for EACH believing man and believing woman.” (Tabarrani)

The most beautiful month has come upon us. Almighty Allah says :

“The month of Ramadan is the one in which the Quran was sent down, a guidance for mankind, clear proofs for the guidance, the Criterion; so whoever amongst you witnesses this month, let him fast it." (Surah al-Baqarah 2:185)

In this blessed month, rewards of any good deeds are multiplied.

The Prophet (Sallallahu Alaihi Wasallam) said: “Whoever draws near to Allah during it (Ramadan) with a single characteristic from the characteristics of (voluntary) goodness, he is like whoever performs an obligatory act in other times. And whoever performs an obligatory act during it, he is like whoever performed seventy obligatory acts in other times.” (Sahih Ibn Khuzaymah, no. 1887)

So, the first step we have to do is purifying our intentions. It is crucial that we purify and correct our intentions before doing any acts of worship. 
This is really important as we might have other underlying intentions in our hearts without realizing it.

"Verily actions are judged by intention." [Al-Bukhaari and Muslim]

That's why, before doing any good things, we need to focus only on one intention, which is doing good deeds for the sake of Allah. To only pleasing Allah. InsyaAllah.

I think that most of us already knew what things and deeds we have to do to gain rewards from Allah.
Thus, let's grab the chance. =)

"Ramadhan is like the rain. It nourishes the seeds of good deeds."

Thursday, 12 July 2012

Hard Journey






Time flies too fast. It's been almost a year I have stayed in Jordan. Too many to grab. Too many to learn. But, I realize that I haven't learn so many yet. Hoping that the past time wasn't full only for 'duniawi' thing. And I'm so grateful to be here and met with someone who has guided me to the right path. It's hard for me to accept it for the first time. Always repelling it, escaping from the one who tried to reach me. It's not again my 'fitrah' but it against my 'nafsu'. But when Allah have give me the chance, even I actually do not remember the exact time getting into this. Happy to be a part of this. And insyaAllah being a part of the rising of Islam.

The happy feeling is not everything. I feel the real thing then. It's hard. Yes, really hard! It's not easy changing for a better. Maybe easy to say but hard to work for it. However, I know that this part can't be skipped because it will make a big hole in the future if I try to skip it. I can fall into it anytime. So, I started to be a better person later on. I don't know why is it so hard for me. I felt jealous with others that have changed a lot just after they joined Tarbiyah. For a short time. It's awesome and amazing. Compare to me, the difference is too big.

Every single day, I try to be better than yesterday. Simple to be said. Yet, sometimes, I failed. Frustrated with myself. Give up? I had go through it many times. Alhamdulillah, I passed it successfully. Always having my "life-preservers". That's why, I thank Allah so much for giving me true friends around. They always saved me from drowning in the ocean of obstacles. Aqidah tied us. I really hope that this relationship will be forever till Jannah. InsyaAllah.

This true short story is about me. I am pretty sure that others who have joined and will be joining Tarbiyah have different kind of stories. Allah has many ways to give His 'hidayah'. Until now, I still feel the same way. Hard. Full of barriers. 'Nafsu' and 'syaitan'. These things will never going to the end. But, put trust in Allah. Never lose hope. You will find that this path is sweeter than you can ever imagine. And the important is,  the reward in 'akhirat'. InsyaAllah. It's Allah's promise. 

O' Allah, let me be strong until the last of my breath. Let me be the one who put my efforts as much as I am able to, for the sake of Allah and Islam.

Friday, 6 July 2012

Tanya Iman, Buat Pilihan.



Kehidupan manusia ada dua kali,
Mati pula hanya sekali,
Jadi kenapa mati sekali itu perlu disia-siakan?
Kenapa hidup pertama kita lupa daratan?
Hidup tanpa manual kehidupan,
Penuh jahiliyah serta tiada tujuan,
Berfoya ke sini dan ke sana,
Seolah tiada kehidupan buat kedua kalinya.

Nikmat dunia tak mahu dilepaskan,
Mencipta berbagai-bagai alasan,
Tak sedar objektif dihidupkan,
Terlalai terleka lupakan Tuhan,
Mengikut nafsu dan jejak langkah syaitan.

Inikah yang kita semua mahukan?
Hidup pertama lalui dengan penuh kemewahan,
Terasa diri berkuasa,
Rasa diri punya segala-galanya,
Tapi bila ajal menjemput,
Menjadi orang paling hina,
Membawa segala kejahatan,
Ke alam hidup seterusnya.

Balasan diberi setimpal perbuatan,
Dosa pahala,
Syurga neraka,
Nikmat atau sengsara,
Semuanya adalah ketentuan dari Tuhan,
Namun letaknya antara dua,
Berada di tangan manusia.

Kehidupan pertama Allah sudah bagi amaran,
Peringatan juga petunjuk jalan,
Al-Quran sebagai manual kehidupan,
Kita hidup diberi pilihan,
Nikmat duniawi atau ukhrawi,
Kanan atau kiri,
Jalan bengkok atau yang lurus.

Tepuk dada tanya iman,
Yang mana satu jadi pilihan,
Sebelum datang ajal kematian,
Sebelum kiamat menjelmakan diri,
Sementara pintu taubat masih terbuka,
Sementara Allah masih boleh bagi keampunan-Nya.

Friday, 29 June 2012

Bergurau pun ada batasannya.

Kita manusia,
Tak kan pernah sempurna,
Namun perlu kita awasi,
Tiap2 bait bicara,
Cuba jaga hati semua,
Agar hati kita juga orang jaga.

Gurauan perlu ada batasnya,
Jangan tersilap memilih kata,
Apatah lagi terkasar bahasa,
Takut hati itu terluka,
Malah juga merobek rasa.

Gurauan itu tanda mesra,
Antara awak dan saya,
Dia mahupun dia.

Andai gurau bawa sengketa,
Mana mungkin gurauan jadi penghubung kita.

Bergurau dengan garis panduannya,
Fikir dulu sebelum berkata-kata,
Barulah jadi pengikat ukhuwah semua.


Sunday, 17 June 2012

Rehlah juga Jalan Tarbiyah :)


Rehlah yang bukan tiada apa-apa,
Bukan juga yang sia-sia,
Fizikal dan mental selari dijana,
Ruh tarbiyah juga dibawa,
Tidak sekadar membuang masa,
Atau hanya penat sahaja.

Setiap perkara harus ada matlamatnya,
Paling penting niat kita,
Dan buka hati seluas-luasnya,
Agar tarbiyah dari Allah merasuk ke dalam jiwa,
Tanpa tercicir dan tiada pengecualiannya.

Ukhuwah terjalin ketika rehlah,
Tarbiyah terserap juga dengan rehlah,
Rehlah, ukhuwah dan tarbiyah,
Berkait rapat dengan redha Allah,
Matlamat rehlah tercapai sudah,
Kalau niat kerana Allah,
Usaha dikira disebalik lelah.

Didikan jasmani serta rohani,
Terselit juga ruh-ruh Islami,
Tarbiyah diterima juga diberi,
Lebih tepat istilah berkongsi,
Semoga Allah kira usaha ini :)


Monday, 11 June 2012

Muraqib oh Muraqib!!

Muraqib,
Maaflah kalau tercuri masa,
Saya bukan sengaja,
Maaflah jugak kalau buat korang tertunggu lama,
Bukan apa,
Ada alasannya,
Mungkin juga,
Tersorok dari pandangan saya,
Rupanya, "lah, dah ada!".

Muraqib,
Maaflah kalau perlahan gerak langkah saya,
Nak buat macam mana,
Fitrah perempuan la,
Tapi saya akan cuba,
Percepatkan kayuhan kaki saya,
Dengan syarat muraqib tolong saya.
Tolong apa?
Tolong bagitau saya ya!
Kadang tak perasan kelambatannya.

Muraqib,
Maaflah pinjam sedikit tenaga,
Kadang tak dapat nak membalasnya,
Saya tahu saya bukan siapa-siapa,
Bukan ahli keluarga,
Bukan juga orang ternama,
Tapi terima kasih sebab sudi jaga,
Semoga Allah beri balasan setimpalnya :)